Coba berpikir dari kacamata Bumi, agar Bumi lebih sayang kepada kita
Postingan pertama blog ini, Otakku ingin berbagi isi otak mengenai cara membuat bumi lebih ramah.
Coba kita keluar di siang hari, ketika matahari tepat berada diatas ubun-ubun kepala kita, coba jangan pakai topi, jangan berdiri dibawah pohon atau gedung, coba rasakan peningnya kepala saat itu.
Cara yang lain, coba naik sepeda onthel, pergi ke tengah kota, jangan pakai jaket, jangan pakai masker, jangan pakai helm, kalo perlu pakai baju tanpa lengan, apa yang dirasakan??
Mungkin sebagaian dari kita akan berguman, "Sumpah kog g nyaman banget ya, panas, pusing, mual karena asap knalpot" atau bahkan kita g sempat berguman karena udah pingsan duluan, hahaha. Begitulah realitasnya, Bumi kita semakin tidak ramah erhadap penghuninya.
Coba hal diatas kita bandingkan dengan kondisi kakek nenek kita dulu, aku Otakku pernah dapet cerita, katanya dulu adiknya nenek, kemana-mana selalu jalan kaki, bahkan keluar kotapun jalan kaki, coba bayangkan, apa g pingsan tu y. Dari cerita itu dapat kita ambil kesimpulan, Bumi kita ini semakin tidak ramah terhadap kita.
Coba kita telusuri mengapa Bumi sudah tidak mau memberikan kenyamanan pada kita. kira-kira kenapa y?? kalo menurut Otakku, bumi semakin tidak ramah karena :
- kita kurang menjaga bumi kita, makanya dia marah. Contohnya coba siapa diantara kalian yang tidak pernah buang sampah bukan di tempat sampah, ngaku! Padahal kan bumi juga pengen cantik, mana bisa cantik kalo ada kotoran disana-sini?
- kita terlalu egois pada bumi, makanya dia sedih. Buktinya coba siapa diantara kalian yang tidak pernah memakai sprei pengharum ruangngan, ngaku! padahal aerosol barang tersebut tidak disukai oleh bumi, karena membuat bolong-bolong atmosfirnya.
- kita terlalu sering memforsir bumi, padahal bumi juga butuh istirahat. Kok bisa?? Coba siapa diantara kalian yang tidak pernah mematikan lampu kamar? ngaku! sebagaian besar energi listrik di Indonesia diproduksi dengan minyak bumi atau hasil tambang lainnya sebagai bahan baku utama. Padahal Bumi sudah lelah tubuhnya di gelitiki terus agar bahan-bahan tambang tadi dapat diambil.
-kita terlalu sombong kepada bumi, buktinya seberapa cepat kita membuang barang-barang plastik kita? padahal semakin lama kita pakai barang tersebut semakin baik untuk bumi. Rata-rata kita cepat membuang barabng-barang plastik kita dengan alasan sepele, seperti bosan atau bahkan udah g jaman.
-dll, mungkin masih banyak alasan lain kenapa bumi tidak ramah lagi kepada kita.
Sebagai kesimpulannya, Otakku ingin sedikit berpesan kepada kalian agar selalu berpikir dari kaca mata si Bumi ketika melakukan segala sesuatu, karena dengan demikian kita dapat lebih mengerti Bumi sehingga Bumi dapat lebih sayang kepada kita.
Salam dari Otak
Pikirkan baru Rasakan


0 komentar:
Posting Komentar